Bagian 1

Jalanan berbatu Diagon Alley masih sama seperti tahun lalu. Riuh rendah lalu lalang penyihir berbagai usia berceloteh tentang kegiatannya hari ini, saling memperlihatkan belanjaan masing-masing, atau mengeluhkan cuaca yang begitu panas lalu memutuskan untuk berhenti di Florean Fortescue. Seorang gadis berumur belasan tahun berdiri di pinggir anak tangga terbawah Gringotts, melindungi matanya yang menyipit dengan tangan kanannya dan memandangi satu persatu orang yang lewat. Tidak lama, ketika akhirnya ia menurunkan lengannya dan menggelengkan kepala pelan kepada wanita di sebelahnya.

Faye menyandarkan punggungnya ke pegangan tangga, membiarkan Laurel memandangi kesibukan di Diagon Alley dengan terpesona. Dia harus berkali-kali mencegah ibunya itu agar tidak berbicara terlalu keras tentang dunia sihir yang sebentar lagi akan dilihatnya sewaktu mereka masih berada di kereta menuju London. Tapi begitu mereka sudah tiba di Leaky Cauldron dan menuju jalan masuk ke Diagon Alley, dia menyerah. Antusiasme Laurel akan kesempatan melihat sendiri dunia baru kedua anak kembarnya tidak bisa dibendung lagi, membuatnya berceloteh bersemangat sepanjang jalan. Usaha terakhir Faye hanya menariknya keluar dari Gringotts agar tidak ada goblin yang tersinggung karena ditunjuk-tunjuk ketika mereka menukarkan lembaran poundsterling dengan mata uang sihir.

Tidak bisa disalahkan memang. Dua tahun sejak Mr. yang Faye sendiri sudah lupa namanya itu datang membawa surat dari Hogwarts, Laurel hanya mendengar tentang dunia sihir dari cerita anaknya dan benda-benda sihir yang dibawa Faye pulang. Kalau saja tidak ada Dekrit Pembatasan Masuk Akal Bagi Penyihir di Bawah Umur, mungkin Laurel sudah meminta Faye menyihir sesuatu dari udara kosong.

Entah apa yang membuatnya bisa mengambil cuti kali ini dan bisa menemani Faye membeli keperluan sekolahnya ke London. Pernikahan Duke of York di Westminster Abbey sudah berlangsung bulan Juli lalu, kecuali kalau penghuni Chatsworth House memutuskan untuk lebih lama di London, atau menghadiri Commonwealth Games di Edinburgh, yang kalaupun iya ini sudah akhir Agustus, pertandingan sudah berakhir dua minggu lalu. Tapi dia tidak protes tentu saja, dengan prospek ada yang menemaninya selama di London sampai tanggal 1 September nanti.

Ya, mengingat kakaknya memang tidak bisa diandalkan dan selalu menghilang kesana kemari. Faye mengerling jam di pergelangan tangan kirinya. Sepuluh menit sudah berlalu.

~ oleh Faye pada Februari 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.