Sebuket Bunga Siapkan Uang dan Hidungmu!
Sebuah toko bunga di Diagon Alley. Bunga macam apa yang ada di sana? Bunga-bunga aneh pemakan manusia? Faye tidak bisa menghindarkan pikiran itu muncul di kepalanya. Segala sesuatu yang ada di jalanan ini tidak biasa, jadi tidak salah kan kalau dia berpikiran toko bunga yang satu ini tidak mungkin biasa-biasa saja. Jangan-jangan bunga-bunga yang tidak pernah dia temui yang ada di sana?
Dia menyukai bunga. Tapi baginya mereka lebih indah saat dilihat di taman-taman, dibiarkan hidup sampai saatnya layu sendiri, dan bukannya dipotong lalu dipajang di rumah-rumah. Indah memang, tapi kasihan kan kalau dipotong? Kenapa tidak sekalian saja dengan potnya kalau memang ingin dipajang di dalam rumah?
Matanya memandangi bunga-bunga yang ada di toko itu. Masuk, tidak, masuk tidak, masuk. Akhirnya kakinya melangkah ragu-ragu ke dalam. Tema tahun ini adalah mawar, terbaca olehnya tulisan seperti itu. Ternyata isinya tidak seaneh yang dia kira. Normal-normal saja. Bunga-bunga yang indah, dengan wangi lembut yang memenuhi indra penciumannya. Ah, ingin juga sebenarnya membeli satu jenis untuk ditanam di belakang rumahnya. Dia tidak mau membeli hanya bunganya saja. Untuk apa? Hanya akan bertahan beberapa hari, itupun jika dimasukkan ke dalam vas bunga berisi air. Lebih baik membeli pohonnya langsun dan biarkan dia tumbuh, bukankah justru nanti akan berbunga lebih banyak?
Akhirnya dia mendekati salah satu pegawai. “Miss, aku ingin membeli Eglantie Rose, tapi bukan yang batangan, yang masih hidup, jadi ditambah pot bunga dan pita,” katanya pada pegawai itu sambil tersenyum dan berharap permintaannya tidak terlalu merepotkan.
