Pelayanan Pengambilan dan Penukaran Uang 1

Bangunan putih menjulang di tengah lorong-lorong Diagon Alley yang berliku. Ya, dia kembali lagi ke tempat ini. Tahun ini, dan sepertinya masih akan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Nasib kelahiran muggle. Bagaimana caranya dia bisa membeli keperluan sekolahnya kalau tidak menukar lembaran poundsterling dalam kantungnya ini kepada goblin-goblin di dalam sana?

Ah, mereka masih sama. Muram sekaligus menakutkan. Seolah ukiran di depan pintu sana adalah terjemahan dari pikiran mereka. Jangan coba-coba mencuri di Gringotts, kau sudah diperingatkan, begitu kira-kira. Pernah tidak ya, ada yang mencobanya? Apa yang terjadi pada mereka? Dikutuk tujuh turunan? Dicabuti kuku-kukunya? Dimakan naga?

Ups. Faye menghentikan langkah kakinya dengan tiba-tiba. Hampir saja dia menabrak anak di depannya yang juga sedang mengantri di konter untuk murid-murid Hogwarts. Kebiasaan buruk yang susah sekali hilang. Melamun. Menabrak orang. Jatuh. Sudah tak terhitung berapa kali dalam setahun tiga hal itu terjadi padanya.

Nampaknya yang di depannya ini murid baru, dan sepertinya bukan dari keluarga penyihir. Ehm, anak itu membuatnya bertanya-tanya sendiri apakah dia sendiri juga terlihat seperti itu ketika pertama kali datang ke Diagon Alley.

“Ngomong-ngomong saya ingin bertanya makhluk apakah anda ? Maaf jika saya tidak sopan tetapi saya merupakan orang baru dalam dunia sihir ini dan banyak hal-hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya”.

Terbukti.

Dia memang anak baru dan bukan berasal dari keluarga penyihir. Faye tersenyum geli mendengar pertanyaan anak itu. Entah bagaimana si goblin akan menjawabnya. Anak ini berani juga, tiba-tiba bertanya seperti itu langsung kepada goblinnya. Semoga dia tidak disemprot dengan pedas.

Ah, gilirannya tiba. Faye menghampiri goblin yang bertugas dan menyodorkan lembaran-lembaran poundsterling, tidak sebanyak ketika dia pertama kali datang ke sini. Tahun kedua tidak memerlukan banyak peralatan maupun buku baru.

“500 poundsterling, Sir,” kata Faye pada si goblin.

Siang ini tidak terlalu ramai. Dia tidak melihat satu pun orang yang dikenalnya di sini. Selalu sama, sendiri lagi. Tidak apa-apalah. Mungkin di toko buku nanti dia akan bertemu seseorang.

~ oleh Faye pada Februari 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.